Cerpen
Tangisan Seorang Gadis Kecil
Semua orang tentunya senang dan bahagia jika memiliki sebuah kelurga yang utuh. Sama halnya dengan Bila, ia adalah seorang gadis kecil yang hidup bersama dengan kedua orangtuanya dan ketiga kakaknya. Hidup mereka sederhana. Hampir sepanjang hari sang ayah hanya bekerja untuk melayani masyarakat atau kalau disini sering disebut dengan Modin. Upahnya pun tidak seberapa, dan ibunya hanya menjahit, itupun kalau ada orang yang menjahitkan baju di ibunya Bila, kalaupun tidak yang hari hari ibu hanya di habiskan untuk mengurus rumah tangga dan anak anaknya. Kakaknya Bila yang pertama sudah berkeluarga, kakaknya yang kedua masih duduk dibangku kuliah, dan kakaknya yang ketiga masih SMP, Bila sendiri masih kelas 4 SD.
Tahun baru 2013 akan menjadi cerita yang tak akan terlupakan bagi seorang gadis kecil itu. Ia adalah seorang gadis kecil yang tinggal bersama dengan orangtua dan keluarga yang harmonis. Bila selalu dimanja oleh sang ayah. Apapun yang ia inginkan akan selalu dituruti oleh ayahnya. Namun, setelah terjadi kejadian yang tak terlupakan itu semua kehidupannya mulai berubah. Ayahnya mengalami sakit selama 1 bulan lebih dan tak kunjung sembuh. Bahkan dokterpun tidak mengetahui penyakit apa yang yang diderita oleh ayahnya, karena hasil pemeriksaan dokter terlihat bahwa semua baik-baik saja. Sejak saat itu Bila mulai berubah, ia tidak lagi banyak menuntut dari sang ayah karena ia tahu bahwa kondisi sang ayah mulai memburuk. Ia juga sering mengurung diri di kamar dan ia juga berusaha untuk menutupi kesedihannya dengan bermain bersama teman-temannya.
Pada saat itu juga bertepatan dengan libur akhir tahun, dimana anak sekolah diliburkan. Bila tidak pergi liburan karena kondisi sang ayah sedang sakit. Hari-hari liburnya hanya ia gunakan untuk bermain bersama saudara sepupunya. Beruntung ia mempunyai saudara sepupu yang sangat baik dengannya. Bahkan ia dan saudaranya itu selalu bersama. Bila dan sepupunya berencana ingin pergi ke alun-alun kota untuk menyaksikan perayaan tahun baru. Sebelum pergi ke alun-alun mereka akan ke rumah sakit terlebih dahulu untuk menengok ayahnya. Namun, rencana Tuhan berbeda. Sore itu tepatnya tanggal 31 Desember 2012, ia berada di rumah bersama sepupunya. Tiba-tiba kakaknya pulang dari rumah sakit untuk menjemputnya. Ia senang karena ia akan bertemu dengan sang ayah. Sesampainya di rumah sakit, rasa gembira itu berubah menjadi cemas. Setelah ia bertemu dengan ayahnya ternyata kondisinya semakin memburuk. Ia tak sanggup melihat ayahnya kesakitan. Dan akhirnya ia pulang ke rumah neneknya di antar oleh pamannya.
Bila hanya bisa menunggu kabar dari keluarga yang berada di rumah sakit. Ia berharap ayahnya akan sembuh. Pada malam harinya tantenya pergi ke rumah sakit. Ia tidak diperbolehkan ikut oleh tantenya. Setelah hampir satu jam lebih ia menunggu, akhirnya tantenya pulang. Ia pun lalu bertanya tentang kondisi sang ayah. Namun, tantenya itu tidak berkata banyak, dan hanya berkata bahwa ia harus banyak berdoa agar ayahnya diberikan kesembuhan. Bila semakin cemas karena tantenya pergi ke rumah sakit dengan tergesa-gesa. Rencana yang telah ia susun bersama sepupunya itu akhirnya digagalkan karena sampai saat itu juga ia belum mendapatkan kabar dari keluarganya di rumah sakit. Sampai pukul 23.00 WIB belum juga ada kabar tentang kondisi sang ayah.
Pada pukul 23.30 WIB ia memutuskan untuk tidur. Walaupun sebenarnya ia tidak bisa tertidur dengan pulas karena memikirkan tentang kondisi ayahnya. Beberapa saat setelah ia tertidur dengan pulas, ia dibangunkan oleh tantenya. Ia diberitahu bahwa sang ayah telah dibawa pulang. Tanpa berpikir panjang kemudian ia bergegas untuk pulang karena rumah neneknya tidak terlalu jauh dengan rumahnya. Sesampainya dirumah ia terkejut karena yang ia lihat saat itu adalah para tetangganya yang tengah memasang tenda dengan tergesa-gesa. Ia pun langsung berlari ke dalam rumah, namun langkahnya terhenti karena ia melihat sesorang yang terbaring lemah dan tak berdaya diatas meja. Saat Ia ingin mendekati meja itu, tiba-tiba ibunya memeluknya dengan sangat erat dan berkata:
Pada pukul 23.30 WIB ia memutuskan untuk tidur. Walaupun sebenarnya ia tidak bisa tertidur dengan pulas karena memikirkan tentang kondisi ayahnya. Beberapa saat setelah ia tertidur dengan pulas, ia dibangunkan oleh tantenya. Ia diberitahu bahwa sang ayah telah dibawa pulang. Tanpa berpikir panjang kemudian ia bergegas untuk pulang karena rumah neneknya tidak terlalu jauh dengan rumahnya. Sesampainya dirumah ia terkejut karena yang ia lihat saat itu adalah para tetangganya yang tengah memasang tenda dengan tergesa-gesa. Ia pun langsung berlari ke dalam rumah, namun langkahnya terhenti karena ia melihat sesorang yang terbaring lemah dan tak berdaya diatas meja. Saat Ia ingin mendekati meja itu, tiba-tiba ibunya memeluknya dengan sangat erat dan berkata:
"Kamu yang sabar ya, Ayah mulai sekarang tidak bisa bersama-sama kita lagi."
"Memangnya Ayah kemana, Bu? Dan itu siapa? Kenapa di rumah kita banyak sekali orangnya?"tanya Bila.
"Ayah sudah meninggal. Dan itu semua tetangga kita, mereka datang kesini untuk menyiapkan pemakaman Ayah besok,"jawab Ibunya.
Kemudian Bila pun langsung memeluk ayahnya dengan penuh penyesalan karena ia tidak bisa menemani ayahnya pada saat-saat terakhirnya. Bila menyesal karena ia sering kali marah pada ayahnya. Ia juga menyesal karena ia seringkali menganggap ayahnya dengan sepele. Bila juga sangat menyesal karena ia sering kali marah pada Ayahnya. Karena hari-hari Ayahnya banyak dihabiskan untuk warga, dan tak jarang waktu kumpul dengan keluarganya tersita karena harus mengurus warga. Dalam pelukannya ia meminta maaf kepada ayahnya karena ia sering membuat ayahnya kecewa. Dan ia pun berjanji akan membuat ayahnya bangga dengannya dan membuat ayahnya bahagia atas keberhasilannya kelak.
Hari demi hari dijalani Bila dan keluarganya, meskipun tak seindah dulu lagi. Mereka telah kehilangan sosok penyemangat dalam hidupnya. Kini hanya tinggal ia, ibu, dan ketiga orang kakaknya, serta seorang keponakannya. Tahun demi tahun pun dilewatinya tanpa sosok seorang ayah. Banyak halang rintang yang dihadapi Bila dan keluarganya. Namun itu tidak membuat ia kehilangan semangat ia dan keluarganya. Bahkan kakaknya yang kedua harus menggantikan sang ayah untuk menghidupi kehidupan keluarganya. Kakaknya yang masih duduk di bangku kuliah semester 4 itu harus rela membagi waktu dan tenaganya untuk keluarga. Ia tetap melanjutkan kuliahnya, disamping itu ia juga bekerja sebagai seorang tour guide. Pekerjaan itu tetap dijalaninya hingga ia lulus kuliah. Meski awalnya berat, namun mau tidak mau ia harus melakukan itu agar kehidupan keluarganya tercukupi.
Setelah beberapa tahun berlalu, kini hidupnya dan keluarga sudah dapat dibilang tercukupi. Setelah hampir selama 4 tahun sang kakak bekerja sambil kuliah dan akhirnya kini telah lulus kuliah dengan hasil kerja kerasnya. Kakaknya tidak melamar kerja di kator sipil maupun kantor kantor lainnya, ia hanya bekerja sebagai tour guide. Hari-harinya banyak dihabiskan dijalanan, dan tak jarang ia punya waktu untuk keluarga. Terkadang ia hanya pulang 2 jam, dan setelah itu berangkat lagi untuk menghantar para wisatawan ke luar kota ataupun keluar pulau.
Kini keluarganya mulai mencoba mencari peluang usaha lain. Kemudian mereka membuka usaha Catering. Berawal dari Catering untuk makan siang guru-guru dan karyawan di tempat kerja kakaknya yang pertama, dan kini telah berkembang menjadi usaha Catering yang cukup banyak pelanggannya. Dan lebih hebatnya walaupun mereka mempunyai modal pas-pasan, mereka bisa membuka peluang pekerjaan untuk para tetangganya yang penggangguran. Keluarga Bila kini hidup dengan tentram dan bahagia, selain mempunyai usaha keluarga, kini kakaknya yang ketiga sudah kuliah dan mendapatkan beasiswa. Dan Bila sendiri kini sudah duduk di bangku SMK kelas 11. Hari-hari mereka dihabiskan untuk mengurus usaha keluarga itu.
Meskipun awalnya usaha itu dibuka banyak cemoohan dari tetangga yang meragukan usaha itu. Namun berkat cemoohan itu, kini usahanya dapat berkembang dengan baik. Kini Bila bukan gadis kecil yang manja dan menangis saat ayahnya yelah tiada. Kini ia berusaha sekuat tenaga dan pikirannya agar ia bisa membuat bangg almarhum ayahnya dan juga keluarganya.
Komentar
Posting Komentar